Selasa, 27 April 2010

‘Surat cinta untuk belahan jiwa’

‘Surat cinta untuk belahan jiwa’

Kau belum pernah hadir dalam sketsa mimpiku

Namun kau sudah tercatat sebagai belahan jiwaku

Jauh sebelum kita terlahir ke dunia

Aku tak mengenalmu

Begitu juga kau yang belum tentu mengenalku

Namun aku percaya

Kau titipan Tuhan untukku

Kelebihanmu, mendecak kekaguman dalam hati

Memaksaku untuk melafadzkan tahmid cinta

Kekuranganmu, cermin bagiku yang membuatku sadar

Kita hanyalah manusia biasa yang punya salah dan alpa

Aku tak memilihmu

Namun Allah yang pilihkan dirimu untukku

Maka, mari kita sinergikan potensi

Lejitkan semangat

Dan ciptakan karya-karya bersama

Hingga saatnya kelak lahirkan generasi Robbani

Yang cinta Al-Qur’an

Kita berjuang tuk membina generasi pembaharu

Yang nafasnya dzikir

Lafadznya Al-Qur’an

Akhlaqnya Rasulullah

Tidurnya ibadah

Hidupnya ma’rifat

Matinya syahid

Tulang rusukku, saat mitsaaqon ghalida itu terucap

Bantu aku menjadi imam

Yang adil dan penuh cinta kasih

Untuk bahtera yang kita kembangkan

Untuk ikatan yang kita jalin

Semoga keberkahan pada awal dan prosesnya

Begitu juga keberkahan pada penghujungnya

Kuingin bersamamu hingga akhir waktu

Sampai kita dipersatukan kembali di Jannah-Nya

Dalam lautan cinta abadi yang hakiki di akhirat nanti

Setulus hati,

_dari belahan jiwamu_

jazaakallahu khairan buad yg create this for me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar