Selasa, 17 Januari 2012

Doa untuk pengantin baru


“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”
Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang mahupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah)

selamat  menempuh hidup baru ya sahabat ku Utin fira dan  Iwan

yg telah melengkapi setengah diennya pada tgl 16 januari 2012. Semoga Allah memberikan berkah, bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah.aamiin
 kapan ya nyusul ****

Senin, 16 Januari 2012

Hati


Harum semerbak bunga melati di taman puri
Dijadikan hiasan mahkota mempelai putri
Tanda/lambang kesucian dan kelembutan hati
Lembutnya hati bila berhiaskan Asma Ilaahi

Lembut tampaknya buih dihempas ombak
Terpukau mata seakan kabut yang berarak
Padahal buih sisa hempasan perasaan riak-riak
Banyak manusia seakan dirinya berakhlaq
Padahal hatinya senantiasa memberontak
Akui berhati lembut, ternyata keras berpijak.

Baru disadari ternyata diri banyak tertipu
Menyangka hati telah lembut
Menyangka diri telah beriman
Menyangka diri telah berbuat baik
Menyangka dan menyangka
Yang selalu diulang dan menjadi bayangan diri
Bukankah ini khayalan yang pasti?


Kini... terlihat batu telah berada dalam suatu proses
Ternyata batu yang keras bukan saja dapat dipecahkan
Melainkan dapat pula dihaluskan laksana tepung
Ternyata disini pulalah letak ketinggian mutunya karena telah berubah fungsi selaku penghalus dan pengokoh suatu bangunan.

Oh... inikah maksud pelajaran dari melembutnya sebongkah batu
Tertunduk wajah menyimpan rasa malu
Seulas cibiran menukik di diri sambil berkata.....
Batu yang keras saja ternyata sabar memproses diri
Lalu bagaimana diri ini: “HATI” hakikatnya
Telah tercipta dalam kondisi lembut
Tak mampu berproses menuju kelembutan
Mengapa diri tak merasa malu dengan kekerasan hati
Bukannya hati yang mengeras.... tetapi nafsulah yang menjadikan hati tampil mengeras

Sehingga tak mampu hati tersentuh kelembutan Ilaahi
Sehingga tak mampu hati menangkap isyarat berhikmah
Sehingga tak mampu hati bergetar dan menangis,
Bila diingatkan dan disentuh ayat-ayat Al Qur’an.
Oh alangkah keras dan membatunya hati...

Saudaraku yang dikasihi Allah, berdasarkan rangkaian dan untaian kata bermakna di atas, maka diri yang senantiasa bertafakur kepada Allah dapat mengenal dan mengetahui tingkat kekerasan hati pada setiap saat tertentu, karena tolok ukur yang digunakan telah disediakan yaitu: tersentuhnya hati apabila dikumandangkan ayat-ayat Al Qur’an. Tersentuhnya hati oleh ayat-ayat Al Qur’an sifatnya otomatis dan tidak dapat dibuat-buat. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa pertolongan dan petunjuk Allah mustahil hati yang keras itu dapat berubah menjadi lembut. Namun Allah-pun tidak akan membukakan si manusia itu tanpa ada upaya si manusia itu sendiri untuk membuka hatinya. Disinilah bukti bahwa Allah menjamin penuh kebebasan manusia untuk menentukan sikap terhadap kekerasan hati yang dimilikinya.

Suatu hal yang perlu disadari bahwa selamanya hati tak akan berfungsi bila tali rasa rusak dan mati.

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Renungan untuk Para Wanita dan Lelaki


Renungan untuk Para Wanita dan Lelaki

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, pikiran, dan perasaan lelaki pun akan resah. Masih mencari, walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan Siti Hawa.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri ataupun puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus (baca; bengkok), tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logis memang, kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah SWT, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.

Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, maka kenalkanlah mereka kepada Allah, Dzat yang kekal. Disitulah kunci utamanya.

Akal mereka setipis rambutnya, maka tebalkan dengan ilmu. Hati serapuh kaca, maka kuatkanlah dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, maka hiasilah dengan akhlak mulia. Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Allah. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara ataupun women gladiator.

Bisikkanlah ke telinga mereka, bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan diri. Hal itu bukanlah diskriminasi Allah SWT. Sebaliknya, disitulah kasih sayang Allah padanya, karena dari rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan laki-laki berwajah negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lainnya.

Tidak akan lahir “Superman” tanpa “Superwoman”. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka sendiri pula yang membengkokkan.

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan, daripada perempuan yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodohnya seorang perempuan, bisa menundukkan sepandai-pandainya seorang lelaki. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhannya.
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini, bukan saja banyak boss telah kehilangan sekretarisnya, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan putrinya.

Bila seorang wanita durhaka, dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Dan, wahai para lelaki, jangan hanya mengharapkan ketaatan dari seorang wanita, namun binalah kepemimpinan dalam dirinya terlebih dahulu. Pastikan, sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu kepadaNya. Jinakkanlah diri menuju Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah, jika pribadi belum lagi seperti Ali bin Abi Thalib.

Wallahualam Bishawwab



Selasa, 14 Desember 2010

♥ Untukmu Calon Imamku yang Tertulis Di Lauhul Mahfudz ♥

♥ Untukmu Calon Imamku yang Tertulis Di Lauhul Mahfudz ♥

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Wahai kau pasangan tulang rusukku
Siapa & dimanakah kau aku menunggu
Saat khitbah kau nyatakan padaku
Kuharap saat itu indah dalam penantianku

Aku hanyalah sebutir pasir dihamparan luas
Dilahiran dengan suka cita
Dibesarkan dalam kasih keluarga
Dengan harapan suatu saat aku bisa bahagia
Menemukan kekasih sejati yang memberikan cinta
Mengasihi dengan tulus apa adanya

Wahai kau pasangan tulang rusukku
Harapan tulus kuhatur untukmu
Semoga kau bisa berikan semua itu
Menjadikanku insan bahagia dengan kasihmu
Membuatku dekat pada Illahi Robbi ku
Selalu merindukan kehadiranmu
Tuk beribadah bersama dalam naungan kasih sayangmu
Menciptakan istana tahajud dalam sujud panjang bersamamu
Menggapai kerido'an dan surga Illahi Robbi ku

Saat janji indah sehidup semati kau ucap untukku
Disaat kau halalkan aku bagimu
Semoga saat itu adalah awal pengabdianku
Menjadi makmum yang sholeha bagimu
Mengabdikan diri sepenuh jiwaku
Berjuang bersama menegakkan panji islam itu tekadku

Kau adalah yang terindah bagiku
Segala ucapanmu adalah sebuah titah bagiku
Selama itu baik dalam syari'atku
Dengan ikhlas aku akan jalani n menjujung tinggi perintahmu
Bersama arungi bahtera kehidupan baru
Menciptakan keluarga sakinah mawardah warrohmah n barokah
Menjadi madrasah indah bagi buah hati kita
Membentuk mujahid&mujahidah
Yang ditangannya ada semangat jihad
Menegakkan panji-panji islam
Berjuang dengan hati n jiwanya sebagai syuhada'

Dengan balutan kasih sayang yang indah
Dengan keterbatasan yang ada padaku
Kau hadir sebagai penyempurnaku
Rengkuh aku dalam kasihmu saat aku berada dalam kelemahanku

Ketika amarah merajai hidupku
Jadikan dirimu penyejuk hati dengan senyuman tulus n perhatianmu
Bimbing aku dengan kasih lembut mu
Agar dunia ini selalu indah bersamamu
Aku adalah tulang rusuk yang bengkok
Akan tetap bengkok jika kau biarkan itu
Akan patah jika kau paksa luruskan aku

Hanya kasih lembutmu yang bisa lakukan itu
Karena kau adalah nahkoda bagiku
Ku hanya ingin gapai keridhoanmu wahai pasangan tulang rusukku
Karena ridhomu adalah ridho Illahi Robbii ku
Kala ikhlasmu menghantarkanku ke surga itu
Saat diri ini menutup mata meninggalkanmu
Untaian do'a kan senyuman ikhlas kan mengantarkanku
Karena kau adalah kunci surga itu.

Senin, 01 November 2010

doaku...

Doaku….
Ya Allah… Tuhan yg Maha pengasih dan Maha Penyayang..
Terimakasih untuk semua rahmat dan hidayah Mu yg telah Enkau berikan kpd ku..
Terimakasih telah Engkau pertemukan aku dgn semua teman2 dan sahabat2dan semua orang dan terutama keluargaku yg berada di sekelilingku yg sangat peduli, sayang dan menolongku dlm mencari dan memahamiapa itu Islam yg sesungguhnya..
Balaslah semua kebaikan mereka dgn kebaikan pula dan kebahagiaan karna mungkin saja aku tak sanggup tuk membalas semua budi baik mereka…
Ya Allah… jagalah hatiku agar tetap tertaut hanya kpd Cinta Mu..
Ya Allah…Tuhan yg Maha Suci..hanya kpd Mu lah aku meminta..
Kuatkn lah Iman dan Islam ku dan jadikanlah aku anak yg sholehah..
Bimbinglah aku selalu di Jalan Mu hingga akhir hayat ku karena hanya Engkaulah Tuhanku dan tiada lagi selain Engkau dan Hanya kpd Mu lah aku menyembah, mengadu dan meminta pertolongan..
Hanya Engkaulah Tuhan yg MahaPendengar dan Maha Penolong..
Aamiin…

MENGAPA WANITA MUDAH MENANGIS

MENGAPA WANITA MUDAH MENANGIS

Pertanyaan “mengapa wanita menangis?”

Jawaban "Sebab aku wanita".

Orang terkadang tidak pernah tau kenapa wanita menangis dan kadang memang tak akan pernah mengerti… wanita memang sering menangis bahkan terkadang tanpa alasan…

Itulah wanita….

Saat ALLAH menciptakan wanita, ALLAH membuatnya menjadi sangat utama.

ALLAH ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

ALLAH berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.

ALLAH berikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita.

ALLAH berikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

ALLAH berikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

ALLAH berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

ALLAH berikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.

Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya ALLAH berikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus ALLAH berikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan…

Maka berbahagialah teman2 muslimah yg telah di anugerahi semua kelebihan2 itu..

Bersyukurlah engkau karena telah di ciptakan menjadi seorang wanita…

Dan sebagai seorang anak jangan pernah membuat ibu kita menangis, hapuslah air matanya & buatlah ibu kita selalu tersenyum…

Dan syurga itu ada d bawah telapak kaki ibu….

Ridho ALLAH tergantung kepada rodhi orang tua, sesuai sabda Rosulullah:
"Ridho ALL
AH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

HATI KU

HATI KU
Aku mohon Jangan pernah pergi dariku…
Jangan pernah kau meninggalkanku..
AKu tak bias bila harus tanpamu, ku membutuhkanmu di dlm hidupku,
Bantu aku menggapai cinta sejati Tuhan ku….
Krna ku tahu, engkau lah yg bisa melakukan itu…
Kau mungkin tak pernah menyadari..
Apa yg telah kau lakukan, kau buat aku tersenyum, tertawa,bahkan sampai ku menangis..
Aku yg tak bisa melupakanmu..
Aku yg selalu mengenang ttg dirimu..
Kau membawa banyak perubahan di dlm hidupku..
Kata2mu…Candamu..ceriamu.. dan semua perhatianmu..
Semua itu telah memberi warna baru di dlm hidupku dan dunia ku yg kecil ini…
Kau adlah anugerah yg pernah kutemui untk saat ini dan berharap seterusnya…
Karna semua kata2mu dan semua yg kau miliki…
Keberadaanmu dapat meneguhkan hatiku dan membuatku lebih tegar..
Kehadiranmu adlh sanga berarti bagiku walau sesungguhnya kau tak nyata bagiku…
Kau hanya ada dlm dunia khayalanku, dlm imajinasiku…
Dan kuberharap kau bias hadir di dlm dunia nyataku…
Kau ibarat bintang di malam hari..
Yg sgt penting keberdaannya bagi sang nelayan sbgai pemandu jalan…
Dan aku sadari…..ttg semua ini adalah sebuah kesalahan dan kekeliruan, yg hanya membuat hati ini sakit dan ternodai…
Ya ALLAH..
Tuhan yg suci..
Maafkanlah hamba iniatas segala khilaf yg telah hamba perbuat..
Hati ini telah kotor dan tak mudah tuk ku sucikan kembali..
Maafkanlah hamba yg sempat melupakan Diri Mu…
Aku hanya ingin mengarungi hidupku di dalam ridho Mu…
Aku mendambakan kasih suci yg sejati dr Mu…
Ku merindukan kasih saying yg hakiki dr Mu…
Ya ALLAH…
Tebalkan Iman di hati ku..
Dan pelihara selalu…
Jgn sampai aku melupakan Mu… lalai dr Mu bahkan membagi Cinta ku kpd selain diri MU…
Hamba benar2 memohon kuatkan lah Iman ini…
Amin ya Rabbal Alamin…